RubriKNews.com, LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong, Setelah membangun Tugu Presidium yang terlihat indah, kembali berniat melakukan pembangunan Tugu Monumen Nasional (Monas) di depan Masjid Jamik Pasar Muara Aman. Namun sayang, hingga saat ini rencana ini belum ada kejelasan.
Diketahui, belum adanya kejelasan ini lantaran proses pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan belum juga kelar sejak akhir tahun 2017 lalu. Padahal pihak dinas terkait yang akan menjadi leading sektor rencana pembangunan yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lebong, telah melibatkan tim Appraisal guna melakukan pengkajian terhadap rencana ini. Namun hasilnya, belum juga terlihat positif alias belum juga tuntas.
Dampak dari lambannya pekerjaan serta pengkajian pembangunan tugu monas di Lebong ini, membuat estimasi anggaran untuk pembebasan lahan yang sebelumnya telah direncanakan terealisasi di tahun 2018 melalui dana APBD Lebong, dapat dipastikan tidak akan terserap dengan baik.
Membenarkan hal ini Kepala DPKP Kabupaten Lebong Yulizar,SH, tidak menampiknya. Diakuinya, penggunaan anggaran untuk pembebasan lahan di tahun 2018 ini besar kemungkinan tidak bisa dilaksanakan dulu, mengingat ajuan estimasi anggaran untuk anggaran pembebasan lahan yang kita ajukan ke DPRD pada tahun 2017 lalu, pihak tim appraisal saat ini baru hanya sebatas menyampaikan semacam resume mengenai hasil kajian.
” Hasil resume yang disampaikan oleh tim ini juga belum ditandatangani. Artinya, tim appraisal tidak bisa mempertanggungjawabkan hasil kajian resume yang disampaikannya kepada kita tersebut,” ungkap Yulizar.
Disinggung, apakah kendala belum dapat berjalannya rencana pembangunan tugu ini, lantaran adanya faktor pembebasan ganti rugi lahan yang terlalu tinggi. Yulizar enggan untuk berkomentar soal itu.
” Kalau soal itu, silahkan tanyakan dengan tim appraisal saja, saya tidak bisa komentar. Yang jelas, memang ada kajian yang belum selesai. Dan, untuk tahun ini kajian dari tim appraisal tetap akan kami laksanakan lagi hingga selesai, apakah tetap akan menggunakan tim appraisal yang sama atau yang lain, itu nanti akan kami bahas lebih lanjut,” elaknya.
Untuk target sendiri, sambung Yulizar. Kajian tim appraisal ini ditargetkan sekitar bulan April atau Mei akan kembali mulai bergerak.
” Kami juga akan kembali memanggil 13 KK pemilik bangunan diatas lahan, yang akan direncanakan pembangunan tugu monas tersebut, dimana kami akan melibatkan pihak Polres dan Kejari nantinya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kampung Muara Aman Rodhial Ghani dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengaku pada prinsipnya selaku aparat desa siap memfasilitasi warga, terkait adanya rencana pembangunan tugu monas tersebut.
” Sampai saat ini, kami dari desa tidak tau cerita hasil kajian dari tim itu seperti apa, apakah jadi atau tidak. yang namanya program Pemerintah jelas, kami dukung tapi kan tetap ada proses administrasi yang harus dilakukan, seperti pembebasan lahan warga itu bagaimana. Harapan kami, persoalan ini nantinya akan dapat selesai,” singkat Kades.
Laporan : Apri
Editor : Effendi

